Sunday, January 30, 2011

dimana keadilannya, pak polisi??

ini sebuah kisah nyata dan tidak direkayasa..
jadi singkat cerita, ketika sudah menginjak semester akhir dan melaksanakan kegiatan pengabdian dan praktek kerja lapangan di luar kota, otomatis harus menjalankan rutinitas yang jauh dari tempat kampus berada..tepatnya waktu itu sedang ingin meminta tanda tangan pembimbing lapangan di tempat pkl..karena tidak punya motor untuk menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya meminjam motor kepada teman, yang kebetulan dari luar jawa..eh, di tengah perjalanan ternyata ada pak poisi yang sedang melakukan razia..pikirku tenang-tenang saja, semua perangkatku sudah lengkap (sim, stnk, helm) tersedia, kecuali kaca spion sepeda temanku cuma satu..dengan santai aku diberhentikan dan menurut saja, eh ternyata masih ketilang..wah, dongkol minta ampun aku, alasannya kaca spion kurang..padahal di saat itu juga dan di jalan yang sama juga, sepeda motor yang lalu lalang juga tidak memenuhi syarat, bahkan ada yang sepeda motornya dimodif dan diceper(tidak memenuhi standart keamanan) tidak ditilang..
lalu aku berpikir dan mengamati, ternyata yang ketilang rata-rata semuanya adalah kendaraan bernopol luar daerah kota tempatku belajar..wah, apakah ini keadilan ya? kalau seperti ini terus, bagaimana nasib negeri ini? masih pantaskah semboyan "mengayomi dan melindungi" bagi mereka yang bertindak seperti demikian???

maaf, bukan maksud menghina, hanya mengutarakan ketidakpuasan atas kinerja yang bisa dikatakan tidak adil..

Friday, January 21, 2011

Belajar Geofisika

Geofisika adalah ilmu yang mempelajari penerapan konsep dan hukum fisika pada masalah atau fenomena kebumian. Dalam geofisika dikenal beberapa metoda eksplorasi geofisika, yaitu teknik-teknik yang didasarkan pada konsep dan hukum fisika untuk memperkirakan distribusi parameter atau sifat fisika bawah-permukaan (subsurface). Dalam ilmu geofisika, terdapat 4 macam pokok bahasan fundamental yang dibahas dan dipelajari. Pokok bahasan tersebut adalah metode magnetic, metode geolistrik, metode gaya berat, dan metode seismic. Empat metode inilah yang menjadi dasar pengembangan metode-metode yang muncul selanjutnya, seperti metode GPR, dan lain sebagainya.
Parameter-parameter fisika seperti rapat massa (σ), suseptibilitas magnetik (κ), kecepatan rambat gelombang seismik (vp, vs), resistivitas (ρ) atau konduktivitas (σ = ρ–1) dan sebagainya akan sering kita temui di dalam membahas geofisika. Dari parameter tersebut, berasosiasi dengan kondisi dan struktur geologi tertentu. Sehingga penyelidikan menggunakan metoda geofisika dapat dimanfaatkan untuk keperluan studi geologi, eksplorasi sumberdaya alam (air-tanah, mineral, geotermal, minyak dan gas bumi) serta studi lingkungan.


Tunggu kelanjutannya...

Saturday, December 18, 2010

Bermimpi yuuuuuuks...........!!!!!!

"Dongeng sebelum tidur, ceritakan yang indah biar ku terlelap
Dongeng sebelum tidur, mimpikan diriku mimpikan yang indah"
Penggalaan lirik lagu wayang diatas bila dicermati semua manusia mungkin mengingingkan Dapatkan mimpi terindah dalam tidurnya
Saya, anda, mungkin semuanya juga, benarkan ?

Ngomongin soal mimpi, taukah kalau ada tujuh sifat pemimpi?ini dia tujuh sifat pemimpi itu...
1. Tidak pernah bermimpi
Bagi kelompok ini, sebenarnya anda ingin bermimpi, tapi anda tidak berani untuk bermimpi. Sebab hidup anda dirundung oleh ketakutan yang terus menerus sampai-sampai bermimpi saja anda tidak berani. Jika anda adalah seorang saintist, anda akan gagal jika anda tidak berani bermimpi dan anda berada pada pengecut.
2. Bermimpi masa lampau
Ini adalah golongan bagi anda yang ingin bermimpi. Akan tetapi anda bermimpi hanya hal-hal masa lalu saja. Untuk apa bermimpi masa yang telah lewat? Padahal masa depan masih menunggu anda. Lupakan rasa kesal yang mendera anda pada masa lalu ketika tidak menggapai mimpi anda di masa lalu. Anda yang dalam kelompok ini adalah kelompok yang rasional. Banyak alasan untuk menutupi kesalahan atau kelemahan anda.
3. Pemimpi yang bermimpi, namun mimpinya kecil
Golongan ini adalah golongan yang minder yang tidak perlu. Anda yang berada dalam golongan ini sebenarnya bisa besar. Kapasitas kemampuan anda sebenarnya besar. Namun anda menyusutkan kapasitas tersebut, kalau ada yang lebih besar dan menyenangkan, kenapa memilih yang kecil???? Hayow dipikirkan bagi yang merasa berada pada golongan ini.
4. Pemimpi yang bermimpi besar, namun tidak sampai
Ini adalah golongan orang yang bisa disebut golongan tong kosong berbunyi nyaring, alias orang yang omong thok tidak ada realisasinya. Orang yang berada yang di kategori ini, memang sangat bagus dalam membuat rencana mimpinya. Namun sayang seribu sayang, perencanaan yang bagus tersebut tidak didukung dengan usaha untuk meraih mimpinya. Inilah yang banyak terjadi dikalangan mahasiswa indonesia, mungkin masyarakatnya juga. Biasanya Cuma membuat planning-planning masa depan, tapi tidak di optimalkan. Semoga anda tidak dalam golongan yang ini.......
5. Pemimpi yang bermimpi besar, namun setelah tercapai mimpinya menjadi mudah puas
Ini adalah golongan yang hanya puas untuk memuaskan dirinya sendiri. Sehingga, anda tidak dapat mensyukuri potensi anda yang sangatluar biasa. Orang yang berada dalam ordo ini dapat diumpamakan seperti orang yang bermimpi mempunyai mobil balap, dan setelah mobil balap, hanya dipakai untuk transportasi pulang pergi ke pasar saja, padahal dia dapat melakukan lebih yaitu menjadi pembalap dan diidolakan banyak orang karena kemampuannya.
6. Pemimpi yang bermimpi besar, setelah tercapai bermimpi besar lagi, begitu seterusnya
Bagi anda yang berada dalam makom ini, berarti anda adalah orang yang punya optimalisasi sabar dan syukur. Impiannya pun bukan sekedar impian belaka, tetapi dioptimalkan dengan usaha dan berdo’a, dengan penuh rasa sabar dulu menjalaninya dan syukur ketika memperolehnya, sehingga nikmatnya senantiasa ditambah oleh Allah SWT seperti mimpinya. Bagi anda yang dikelompok ini, boleh terus bermimpi, tapi jaga hak-hak orang lain, jangan tamak.
7. Pemimpi saja yang bermimpi, tapi pada level mimpi basah
Kelompok ini lebih banyak bagi anda para laki-laki yang berinjak dewasa, namun tidak menutup kemungkinan cewek juga. Kelompok ini dewasa secara fisik, namun tidak dulu perilakunya. Waduh............bahaya ini bagi anda yang berada dalam lingkup kelompok ini, segeralah bertaubat dan kembali kejalan yang benar. Hehehehehe ................

Nah, itulah tujuh macam ciri kelompok pemimpi. Berada dikelompok manakah anda??? Hayooooo............... yang merasa dikelompok tidak menguntungkan, segeralah pindah ke kelompok yang lebih baik. Jadi, ayo kita bermimpi......................dan kita capai mimpi kita...........
Huyeeeeeeeeeeeeeee.



Disunting dari bukunya mas ruhul amri, lha judule “hidup untuk hidup”..

Sunday, October 3, 2010

kuasaMu untukku

Kau pernah berkata
tak ada lautan yang tak asin
tak ada gula yang tak manis
karena semua itu kepastianMu
tak mampu diri ini melawanMu
bahkan memejamkan mata
tuk bayangkanMu
Kau mampu menafikan yang dzahir
mendzahirkan yang mustahil
karena itu kuasaMu
Kau yang memilikiku
dan kuserahkan padaMu
jalan hidupKu
… 
kuasaMu untukku
malang, 26 agustus 2010  
by : kang a.m

Tuesday, May 25, 2010

Para ilmuwan telah menemukan bahwa mekanika kuantum bekerja pada proses fotosintesis

Di Toronto, tepatnya pada Universitas Toronto, para ahli kimia dalam sebuah tim mempunyai andil besar dalam memunculkan atau membuka jalan untuk bidang biologi kuantum, dan mengobservasi mekanika kuantum yeng bekerja pada proses fotosintesis alga laut.
Seorang professor kimia bernama Greg Scholes mengatakan, “ disini banyak spekulasi dan pernyataan yang muncul bahwa alam mungkin terbentuk melalui mekanika kuantum. Penelitian terakhir kami menunjukkan bahwa secara normal penggunaan system biologi mempunyai kapasitas untuk menggunakan mekanika kuantum sbagai ilihan untuk lebih mengoptimalkan sebuah proses yang sangat penting untuk mereka bias bertahan hidup seperti fotosintesis”.
Light-harvesting complexes, merupakan sebuah protein yang special digunakan dalam proses fotosintesis untuk menangkap cahaya matahari dan mengisi energy untuk sel solar alami, yang lainnya (protein) sebagai pusat reaksi. Scholes dan para temannya telah mengisolasi light harvesting complexes dari dua buah spesies alga laut yang berbeda dan dipelajari fungsinya dikondisi dibawah temperature alam menggunakan sebuah laser penelitian yang berkemampuan seperti spektroskopi electronic dua dimensi.
Kami telah menstimulasikan protein dengan femtosecond pulsa laser pada mimic permukaan penyerapan cahaya matahari, jelas schools. Ini memungkinkan kita untuk memonitor perubahan proses selanjutnya, termasuk didalamnya adalah perpindahan energy di antara molekul-molekul khusus yang berloncatan di dalam protein, melawan sbuah stp-clock. Kami disini terkejut ketika mendapati bukti yang sangat jelas bahwa kehidupan yang panjang keadaan mekanika kuantum involve dalam perpindahan energy. Hasil kami meyakinkan bahwa energy dari penyerapan cahaya terletak pada dua tempat. Pertama – keadaan superposisi mekanika kuantum, atau koherensi. Dan yang lainnya adalah sebuah keadaan bohong pada inti dari teori mekanika kuantum.
ini dan penemuan-penemuan terbaru yang lain seharusnya menangkap dan mendapat perhatian yang lebih untuk para peneliti dari berbagai alasan, ucap schools. Pertama, itu berarti bahwa mekanika kuantum kemungkinan hukumnya dapat prevail mengakhiri hukum kinetic klasik dalam system biologi yang sangat kompleks ini, tentunya pada tataran temperaur yang normal. Energy dapat dengan efisien mengalir dengan cara – penjumlahan secara intuitif- melewati berbagai alternative garis bersambung dengan antena protein secara simultan. Itu juga mengangkat pamor atau pesona berbagai pertanyaan potensial yang lain, seperti, dapatkah organisme mengembangkan strategi mekanika kuantum untuk light-harvesting agar memperoleh sebuah kesempatan berevolusi? Itu memberikan kesan bahwa alga mengetahui tentang mekanika kuantum jauh 2 juta tahun lebih dulu dibandingkan manusia, kata scholes..
Informasi lebih lanjut: penemuan ini telah dipresentasikan dalam sebuah paper berjudul "Coherently wired light-harvesting in photosynthetic marine algae at ambient temperature" pada tanggal 4 februari di Nature.
Diambil dari" Scientists find quantum mechanics at work in photosynthesis, Sean Bettam"
by: kang_am.