Showing posts with label Geophysics. Show all posts
Showing posts with label Geophysics. Show all posts

Sunday, March 3, 2013

Instrumen self potensial

wah, lama sudah tidak menulis, baiklah saya tambah tulisannya tentang self potensial. Metode self potensial memiliki kategori interval potensial sampai dengan puluhan mV nilainya, terkadang juga bisa mencapai minus, ada juga potensial yang berada pada kisaran ribuan mV. potensial.
untuk mengukur aapa yang diperlukan? biasanya yang diperlukan dalam pengambilan data (akuisisi) metode ini yaitu meliputi elektroda (yang dibuat menyerupai tabung panjang dan di dalamnya diisi oleh larutan ,CuSO4 dan memiliki poros dari tembaga), kabel penghubung, serta voltmeter. Untuk elektroda, tipenya ada yang lain selain yang sudah disebutkan, dan isi fluidanya juga berbeda, seperti elektroda jenis Calomel.
nah, seperti itulah sekiranya peralatan akuisisi data self potensial. Untuk seperti apa model dari alatnya, mungkin bisa di googling aja ya..hehe

Wednesday, July 11, 2012

Metode Elektromagnetik (part 2)

setelah kemarin belajar resistivitas semu, sekarang enaknya belajar metode elektromagnetik lagi ya..
kalau kita dalam pelajaran bahasa ada yang namanya kalimat pasif dan aktif, maka di metode geofisika juga ada yang namanya metode aktif dan pasif, metode elektromagnetik ini masuk kategori mana ya? kita bahas dulu metode aktif dan metode pasif.
metode aktif menurut yang saya baca itu metode yang dilakukan dengan memanfaatkan energi dari tools yang menganggu bumi, jadi bumi dikenai pekerjaan melalui perlakuan yang diberikan (biasanya diinjeksi), baru kemudian dilihat responnya bumi. sedangkan metode pasif itu metode yang dilakukan dengan memanfaatkan energi yang berasal dari dalam bumi, jadi bumi yang melakukan pekerjaan, dan tool kita tinggal merespon saja atau dengan kata lain tool kita yang dikerjain (memanfaatkan sensor untuk merespon energi dari bumi). kira-kira penjelasannya seperti itu kawan.
jadi udah gamblang kan masuk kategori apa metode elektromagnetik itu, kalu belum review lagi postingan awal Metode Elektromagnetik.hehe 
berikut tabel perbedaan berbagai metode di geofisika.
Metode
Parameter yang diukur
Sifat-sifat fisika yang terlibat
Seismik
Waktu tiba gelombang seismik pantul atau bias, amplitudo dan frekuensi gelombang seismik
Densitas dan modulus elastisitas yang menentukan kecepatan rambat gelombang seismik
Gravitasi
Variasi harga percepatan gravitasi bumi pada posisi yang berbeda
Densitas
Magnetik
Variasi harga intensitas medan magnetik pada posisi yang berbeda
Suseptibilitas atau remanen magnetik
Resistivitas
Harga resistansi dari bumi
Konduktivitas listrik
Polarisasi terinduksi
Tegangan polarisasi atau resistivitas batuan sebagai fungsi dari frekuensi
Kapasitansi listrik
Potensial diri
Potensial listrik
Konduktivitas listrik
Elektromagnetik
Respon terhadap radiasi elektromagnetik
Konduktivitas atau Induktansi listrik
Radar
Waktu tiba perambatan gelombang radar
Konstanta dielektrik
sekian dulu ya..disambung lain kali..
Referensi: 
Munadi, Suprajitno. 2001. Intrumentasi Geofisika. Depok : Universitas Indonesia 
Santoso, Djoko. 2002. Pengantar Teknik Geofisika. Bandung : ITB

Thursday, May 10, 2012

Metode Resistivitas (Resistivitas Semu)

Pernah kita dengar lagunya ungu yang bayang semu? tentu pernah lah. Tapi tahu gak kalau di metode resistivitas juga ada yang semu-semu. Di dalam metode resistivitas ada sebuah istilah yang menyatakan bahwa "nilai resistivitas semu". Nilai apa itu? 
Nilai resistivitas semu itu adalah nilai resistivitas pengukuran, jadi kalau kita mengukur menggunakan metode geolistrik resistivitas di lapangan, data yang kita bawa pulang adalah data resistivitas semu, yang harus diolah dahulu sampai menjadi data resisitvitas sebenarnya, penyebabnya adalah bumi yang berlapis, sedangkan pada teori, diasumsikan bumi ini satu lapisan saja. Secara teoritis, berdasarkan hokum ohm diketahui bahwa besar hambatan listrik suatu material bergantung  pada kuat arus I, tegangan V  yang dirumuskan sebagai berikut :
V=IR
Menurut bu Prasetiawati (2004), beberapa hal yang mempengaruhi nilai resistivitas semu adalah sebagai berikut:
  • Ukuran butir penyusun batuan, semakin besar butir maka kelolosan arus akan semakin baik, sehingga mereduksi nilai tahanan jenis.
  • Komposisi mineral dari batuan, semakin meningkat kandungan mineral clay akan mengakibatkan menurunnya nilai resisivitas.
  • Kandungan air, air tanah atau air permukaan merupakan media yang mereduksi nilai tahanan jenis.
  • Kelarutan garam dalam air di dalam batuan akan mengakibatkan meningkatnya kandungan ion dalam air sehingga berfungsi sebagai konduktor.
  • Kepadatan, semakin padat batuan akan meningkatkan nilai resistivitas.
Nah, sudah agak gamblang belum? saya harap sudah, kalau belum,langsung aja baca buku shallow of subsurface, disitu dijelaskan lebih gamblang.

Referensi:
Prasetiawati, lukei. 2004. Aplikasi metode resistivitas dalam eksplorasi Endapan laterit nikel serta studi perbedaan Ketebalan endapannya berdasarkan morfologi Lapangan: Penelitian Lapangan. Jakarta : FMIPA  Universitas Indonesia.


Friday, January 6, 2012

Metode Magnetotelurik (Part 2)

Wah..lama sudah tidak posting tentang geofisika. Okelah, kita belajar lagi dan lagi tentang geofisika. meneruskan materi yang lalu tentang metode magnetotelurik. Sebenarnya bagaimana sih konsep dari metode magnetotelurik (Magnetoteluric Method) itu?
Kemarin (tepatnya beberapa bulan lalu) sudah dikatakan kalau Metode Magnetotelurik itu merupakan salah satu metoda eksplorasi geofisika yg memanfaatkan medan elektromagnetik (kita singkat EM saja) yang berada di alam. Mungkin sudah banyak yang mengerti tentang medan EM yang ada di alam. Ya, medan EM yang ada di alam erat hubungannya dengan listrik dan magnet. Medan EM yang berada di alam kita, menurut para ahli berasal dari berbagai proses yang cukup kompleks.Spektrum frekuensinya bisa sangat lebar dari 0.00001 Hz – 100 kHz. Ketika berada pada frekuensi yang rendah, yaitu < 1 Hz, maka partikel-partikel bermuatan yang berasal dari matahari dapat berinteraksi dengan medan magnet permanen bumi, dari sini akan menimbulkan variasi medan EM. Untuk frekuensi di atas 1 Hz variasinya terutama ditimbulkan oleh adanya aktivitas petir yang dapat menimbulkan gelombang EM yang tertahan di antara lapisan ionosfer dan bumi, yang mampu menjalar mengelilingi bumi. Kira-kira seperti itu yang sudah saya baca tentang EM. Sampai pada akhirnya nanti dengan adanya keterkaitan pada fenomena listrik dan magnet dengan sifat kelistrikan (tentunya konduktivitas dan resistivitas) pada medium yang dilewatinya akan menyebabkan data pengukuran EM dapat digunakan untuk memperkirakan distribusi resistivitas di bawah permukaan. Kedalaman jangkauan pada gelombang EM merupakan fungsi dari resistivitas medium dan frekuensi yang sangat dipengaruhi oleh lapisan. 
Pada dasarnya dalam survei menggunakan metode MT itu yang diukur adalah sinyal EM. Pengukurannya tentu saja menggunakan alat khusus, bisa berupa sensor medan magnet berupa koil dan sensor medan listrik berupa elektroda yang dihubungkan ke bumi. Data EM yang diukur akan direkam dalam bentuk time series atau deret waktu. Yang nantinya akan diproses untuk diperoleh data target. Pemrosesan data MT pada dasarnya adalah sebuah usaha analisis spektral untuk memperoleh fungsi transfer antara medan magnet dengan medan listrik dalam bentuk tensor impedansi. Dari impedansi inilah kemudian diolah sedemikian rupa sehingga menjadi informasi mengenai distribusi resisitivitas di bawah permukaan.
Hemm..sepertinya sekian dulu aja yach, semakin rumit tapi bisa dipelajari, besok-besok lagi. Kalau ada yang kurang tepat dibenerin ya.

Thursday, July 21, 2011

Self Potential (Potensial Mineralisasi)

Kemarin sudah kita bahas sekelumit tentang potensial diri alami, sekarang kita bahas sekelumit lagi tentang potensial mineralisasi. Bila 2 macam logam dimasukkan dalam suatu larutan homogen, maka pada logam tersebut akan timbul beda potensial. Beda potensial ini disebut sebagai potensial kontak elektrolit. Pada daerah yang banyak mengandung mineral, potensial kontak elektrolit dan potensial elektrokimia sering timbul dan dapat diukur dipermukaan dimana mineral itu berada, sehingga dalam hal ini kedua proses timbulnya potensial ini disebut juga dengan potensial mineralisasi. Potensial mineralisasi bernilai kurang dari 100 mV. Elektron ditransfer melalui tubuh mineral dari agen pereduksi di bawah muka air tanah menuju agen pengoksidasi di atas muka air tanah (dekat permukaan). Tubuh mineral sendiri tidak berperan secara langsung dalam reaksi elektrokimia, tetapi bertindak sebagai konduktor untuk mentransfer elektron.
Jadi prinsip dasarnya adalah potensial mineralisasi timbul jika kondisi lingkungan didukung oleh adanya proses elektrokimia sehingga dapat menimbulkan potensial elektrokimia di bawah permukaan tanah. Pada sedimen air laut mempunyai potensial diri antara -100 mV sampai dengan -200 mV.
Agak membingungkan ya, saya sebenarnya juga masih bingung materi ini. Hehehe.. Tapi tetap tunggu postingan berikutnya tentang masalah ini.

Saturday, July 16, 2011

Self Potential (Potensial Diri Alam)



Kali ini kita bahas tentang potensial diri yang dari alam. Aktivitas elektrokimia dan mekanik adalah penyebab dari Potensial Diri (SP) di permukaan bumi. Faktor pengontrol dari semua kejadian ini adalah air tanah. Potensial ini juga berhubungan erat dengan pelapukan yang terjadi pada tubuh mineral, variasi sifat batuan (kandungan mineral), aktivitas biolistrik dari bahan organik, karatan (proses korosi), gradien tekanan, panas dalam permukaan cairan, serta fenomena lain dari alam yang proses kejadiannya mirip. Prinsip mekanisme yang menghasilkan potensial diri ini adalah proses mekanik serta proses elektrokimia. Pertama adalah proses mekanik yang menghasilkan potensial elektrokinetik atau persamaan potensial difusi dengan syarat bahwa Ia = Ic.
Kombinasi antara potensial difusi dan potensial nerst disebut potensial elektrokimia atau diri atau potensial static.
Mohon maaf kalau peternnya tidak dalam bentuk tulisan tapi gambar..repot buatnya saya..harap maklum..heheh..semangat belajar.

Metode Geolistrik Tahanan Jenis (Resistivitas) 2

Pemanasan lagi dengan metode geolistrik resistivitas. di sini ada beberapa definisi dari para ahli tentang metode ini. Menurut Waluyo (2001), metode resistivitas merupakan metode geofisika yang digunakan untuk menyelidiki struktur bawah permukaan dangkal berdasarkan tingkat perbedaan resistivitas batuannya. Dalam pengertian terpisah resistivitas adalah suatu besaran atau parameter yang digunakan untuk menunjukkan tingkat hambatan suatu material terhadap kuat arus listrik. Metode geolistrik resistivitas adalah salah satu metode dalam bidang Geofisika yang digunakan untuk menyelidiki lapisan bawah permukaan (subsurface prospecting method) dangkal berdasarkan tingkat resistivitas batuannya di bawah permukaan bumi.
Melalui pengukuran dengan metode geolistrik resistivitas dapat diketahui keadaan lapisan geologi bawah permukaan seperti lapisan akuifer yang didalamnya tersusun oleh batuan dengan porisitas dan permeabilitas yang tinggi dengan menggunakan tahanan jenis batuan.
Besarnya tahanan jenis diukur dengan mengalirkan arus listrik dan memperlakukan lapisan batuan sebagai media penghantar arus. Resistivitas yang dihasilkan bukanlah nilai sebenarnya, melainkan resistivitas semu. Semakin besar tingkat resistivitas, maka semakin sukar untuk menghantarkan arus listrik dan bersifat isolator, begitu pula sebaliknya. 
Oleh karena itu resistivitas berbanding terbalik dengan konduktivitas atau daya hantar listrik. Metode resistivitas ini sering digunakan untuk pendugaan lapisan bawah tanah karena cukup sederhana dan murah, walaupun jangkauan kedalamannya tidak terlalu dalam, tetapi itu sudah mencapai target yang diinginkan untuk eksplorasi air bawah tanah (Sosrodarsono,1993).
Dalam pengukuran geolistrik, resistansi yang terukur tidak dapat digunakan untuk memperkirakan jenis lapisan batuan karena hasil pengukuran tersebut masih tergantung dari faktor geometri. Oleh karena itu, harus dilakukan pengolahan data geolistrik untuk mengetahui nilai resistivitas tiap lapisan batuan.
Referensi:
Sosrodarsono, Suyono. 1993. Hidrologi Untuk Pengairan PT Pramadya Pramita Edisi Ketiga. Jakarat: Erlangga.

Metode Elektromagnetik

Untuk metode yang satu ini lumayan harus memutar otak lebih, soale berhubungan dengan gelombang. Tapi tidak masalah, kalau kita sungguh-sungguh pasti bisa mahaminya. 
Gelombang Elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat  walau tidak ada medium. Energi elektromagnetik merambat dalam gelombang dengan beberapa karakter yang bisa diukur, yaitu: panjang gelombang/wavelength, frekuensi, amplitude/amplitude, kecepatan. Amplitudo adalah tinggi gelombang, sedangkan panjang gelombang adalah jarak antara dua puncak. Frekuensi adalah jumlah gelombang yang melalui suatu titik dalam satu satuan waktu. Frekuensi tergantung dari kecepatan merambatnya gelombang. Karena kecepatan energi elektromagnetik adalah konstan (kecepatan cahaya), panjang gelombang dan frekuensi berbanding terbalik. Semakin panjang suatu gelombang, semakin rendah frekuensinya, dan semakin pendek suatu gelombang semakin tinggi frekuensinya.
Gelombang Elektromagnetik (EM) mempunyai dua komponen yang saling tegak lurus sesamanya. Yang pertama adalah variasi medan listrik yang berubah dengan waktu dan yang kedua adalah variasi medan magnet yang juga berubah dengan waktu dan selalu berpasangan dengan yang pertama. Gelombang EM mempunyai spektrum yang sangat luas sehingga radio, sinar-X dari balikan cahaya pun masuk kedalam  spektrum gelombang EM. Di zaman modern ini sudah banyak alat-alat yang memnfaatkan gelombang EM untuk keperluan pencarian mineral yang ada di bawah permukaan tanah.

Saturday, March 26, 2011

Metode potensial diri (Self Potential)

Metode Self potential (SP) adalah metode pasif, karena pengukurannya dilakukan tanpa menginjeksikan arus listrik lewat permukaan tanah, perbedaan potensial alami tanah diukur melalui dua titik dipermukaan tanah. Potensial yang dapat diukur berkisar antar beberapa millivolt (mV) hingga 1 volt. Self potensial adalah potensial spontan yang ada di permukaan bumi yang diakibatkan oleh adanya proses mekanis ataupun oleh proses elektrokimia yang di kontrol oleh air tanah. Proses mekanis akan menghasilkan potensial elektrokinetik sedangkan proses kimia akan menimbulkan potensial elektrokimia (potensial liquid-junction, potensial nernst) dan potensial mineralisasi. Komponen rekaman data potensial diri yang diperoleh dari lapangan merupakan gabungan dari tiga komponen dengan panjang gelombang yang berbeda, yaitu efek topografi (TE) ), SP noise (SPN ) dan SP sisa (SPR). Metode potensial diri (SP) merupakan salah satu metode geofisika yang prinsip kerjanya adalah mengukur tegangan statis alam (static natural voltage) yang berada di kelompok titik titik di permukaan tanah. Potensial diri umumnya berhubungan dengan perlapisan tubuh mineral sulfide (weathering of sulphide mineral body), perubahan dalam sifat-sifat batuan (kandungan mineral) pada daerah kontak - kontak geologi, aktifitas bioelektrik dari material organik, korosi, perbedaan suhu dan tekanan dalam fluida di bawah permukaan dan fenomena-fenomena alam lainnya. Prinsip dasar dari metode potensial diri adalah pengukuran tegangan statis alam (Static Natural Voltage) pada permukaan tanah. Orang yang pertama kali menggunakan metode ini adalah untuk menentukan daerah yang mengandung mineral logam.

Metode magnetotelurik

Baiklah, sekarang kita berbicara tentang metode selanjutnya yaitu Metode Magnetotelurik (MT). Metode ini pertama kali dikembangkan oleh Tikhonov dan Cagniard. Metode MT banyak digunakan untuk eksplorasi geofisika dalam mengetahui sebaran tahanan-jenis batuan di bawah permukaan. 
Proses penelusuran atau eksplorasi tersebut dengan memanfaatkan medan elektromagnetik alam. Ketika melakukan sebuah survei, sifat fisik medium yang terkait yang merupakan target dalam eksplorasi adalah hantaran (conductivity) atau tahanan-jenis (resistivity) batuan. Metode MT sering digunakan untuk tujuan mencari respon anomali benda berupa struktur geologi tertentu, misalnya patahan, zona konduktif, zona mineralisasi, dan efek topografi. 
Medan MT yang terdeteksi dapat dihitung dengan cara melakukan pemodelan secara numerik. menyinggung sedikit tentang pemodelan, ada yang dinamakan pemodelan ke depan (forward) dan pemodelan terbalik (inversi). 
Namun saya tidak bisa membahasnya sekarang, hehe.. Mungkin di lain kesempatan saya akan membahasnya..

Metode Induced Polarization (polarisasi terimbas)

Dalam postingan terdahulu, saya telah menjelaskan pengenalan dari metode geolistrik. Sekarang akan saya paparkan tentang salah satu metode yang menggunakan arus buatan, polarisasi terimbas.
Ketika arus yang digunakan dalam penelusuran atau survei geolistrik resistivitas dimatikan, tegangan yang terjadi diantara dua titik yang digunakan untuk menentukan beda potensial tidak akan turun dengan cepat (langsung hilang), akan tetapi akan ada sedikit cadangan tegangan yang turun secara perlahan. Hal ini juga berlaku ketika arus dihidupkan, secara tidak langsung akan terjadi peristiwa yang hampir sama. Peristiwa itulah yang menjadikan adanya Induced Polarization (polarisasi terimbas) di dalam tanah.
Metode IP pada hakekatnya adalah pengembangan lebih lanjut dari metode tahanan jenis yang mampu memberikan informasi tambahan ketika tidak ditemukan kontras tahanan jenis yang memadai. Metode ini merupakan pengembangan dari metode tahanan jenis dengan teknis pengukurannya relatif serupa dengan pengukuran tahanan jenis. IP biasanya digunakan oleh bidang geofisika untuk mencari mineral dan simpanan air. Dalam pencarian simpanan mineral, anomaly IP berfungsi untuk menunjukkan bahwa penemuan dari penyimpanan air. IP baru-baru ini juga bisa menjadi sebuah solusi populer untuk mencari sumber dari kontaminasi minyak di dalam air.
Semakin lama-semakin membingungkan ya.. Jika terdapat kesalahan dalam penjelasan ini, dimohon untuk sharing ya..terimakasih...

Metode Geolistrik Tahanan Jenis (Resistivitas) 1

Konsep pengukuran metode geolistrik  tahanan jenis adalah dengan menginjeksikan arus listrik ke dalam bumi melalui dua elektroda arus (dalam kawasan ini, saya kasih simbol A dan B). Kemudian beda  potensial yang terjadi diukur melalui  dua elektroda potensial (dalam kawasan ini, saya kasih simbol M dan N).
Dengan adanya aliran arus listrik tersebut, maka akan menimbulkan tegangan listrik di dalam bumi. Tegangan listrik di dalam bumi bisa dideteksi melalui permukaan, diukur dengan menggunakan multimeter yang terhubung melalui 2 buah elektroda tegangan M dan N di mana jaraknya lebih pendek dari pada jarak elektroda arus A dan B. Ketika jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka akan menyebabkan tegangan listrik yang terjadi pada elektroda MN ikut berubah sesuai dengan informasi jenis batuan yang ikut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih dalam. Asumsinya bahwa kedalaman lapisan batuan yang bisa ditembus oleh arus listrik ini sama dengan separuh dari jarak AB atau lebih dikenal dengan AB/2, sehingga dapat diperkirakan pengaruh dari injeksi aliran arus listrik ini akan berbentuk setengah bola dengan jari-jari bola AB/2. Dari hasil pengukuran arus dan beda potensial untuk setiap jarak elektroda tertentu, dapat ditentukan variasi harga hambatan jenis masing-masing lapisan di bawah titik ukur. Pendeteksian di atas permukaan meliputi pengukuran medan potensial, arus dan elektromagnetik yang terjadi secara alamiah maupun akibat penginjeksian arus ke dalam bumi.
Dari hasil pengukuran arus  dan beda potensial untuk tiap jarak elektroda  yang berbeda kemudian  dapat diturunkan variasi hambatan jenis masing-masing lapisan di bawah titik ukur (sounding point). 
Metode ini lebih efektif  jika digunakan untuk eksplorasi yang sifatnya dangkal, jarang memberikan  informasi lapisan di kedalaman lebih dari 1000 atau 1500 feet. Oleh karena itu metode ini jarang digunakan untuk eksplorasi minyak tetapi lebih banyak digunakan dalam bidang engineering geology seperti  penentuan kedalaman batuan dasar, pencarian reservoir air, juga digunakan dalam eksplorasi  geothermal. 
Berdasarkan letak (konfigurasi) elektroda-elektroda potensial dan elektroda-elektroda arus, dikenal beberapa jenis metode resistivitas tahanan jenis yaitu antara lain : 
- Metode  schlumberger 
- Metode  wenner 
- Metode  pole-dipole 
- Metode  dipole-dipole

Thursday, March 24, 2011

Metode Geolistrik

Metode geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang mempelajari bagaimana listrik bisa mengalir di dalam bumi, untuk diamati di permukaan. Sehingga dari pengamatan di atas permukaan dapat mengetahui kondisi di dalam permukaan (di dalam bumi).
Dalam metode geolistrik secara pokok yang diukur berupa beda potensial dari jenis bebatuan yang berada di dalam bumi. Karena yang diukur pada metode geolistrik adalah beda potensial, maka tentu harus ada arus yang mengalir di dalam bumi. 
Selain itu ada juga yang dinamakan jarak antara elektroda yang diukur. Metode geolistrik mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. sampai pada metode ini masih terbagi lagi menjadi beberapa disiplin tersendiri yang masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. metode-metode tersebut meliputi: metode resistivitas, potensial diri, arus telluric, magnetotelurik, elektromagnetik, induksi terimbas (Induced Polarization), resistivitas (tahanan jenis).
Berdasarkan asal arus yang digunakan daam eksplorasi geolistrik, ada dua macam  kelompok metode, yaitu metode yang menggunakan arus buatan dan yang memanfaatkan arus alamiah. Dari metode-metode yang telah saya sebutkan tadi, yang termasuk di dalam metode geolistrik dengan arus buatan (injeksi arus) adalah metode resistivitas, metode induksi terimbas, dan metode electromagnetic. sedangkan metode yang termasuk dalam pemanfaatan arus alamiah adalah metode arus telurik, metode potensial diri, dan metode magneto telurik.
Metode geolistrik biasanya digunakan dalam eksplorasi geofisika yang bersifat dangkal. aplikasinya bisa bermacam-macam, bisa untuk mencari air (tepatnya bukan airnya yang dicari, tetapi adalah batuan yang diindikasikan membawa air), menentukan keberadaan sumber air panas (geothermal), identifikasi mineral, dan lain sebagainya.
Sampai ketemu dipostingan berikutnya...

Friday, January 21, 2011

Belajar Geofisika

Geofisika adalah ilmu yang mempelajari penerapan konsep dan hukum fisika pada masalah atau fenomena kebumian. Dalam geofisika dikenal beberapa metoda eksplorasi geofisika, yaitu teknik-teknik yang didasarkan pada konsep dan hukum fisika untuk memperkirakan distribusi parameter atau sifat fisika bawah-permukaan (subsurface). Dalam ilmu geofisika, terdapat 4 macam pokok bahasan fundamental yang dibahas dan dipelajari. Pokok bahasan tersebut adalah metode magnetic, metode geolistrik, metode gaya berat, dan metode seismic. Empat metode inilah yang menjadi dasar pengembangan metode-metode yang muncul selanjutnya, seperti metode GPR, dan lain sebagainya.
Parameter-parameter fisika seperti rapat massa (σ), suseptibilitas magnetik (κ), kecepatan rambat gelombang seismik (vp, vs), resistivitas (ρ) atau konduktivitas (σ = ρ–1) dan sebagainya akan sering kita temui di dalam membahas geofisika. Dari parameter tersebut, berasosiasi dengan kondisi dan struktur geologi tertentu. Sehingga penyelidikan menggunakan metoda geofisika dapat dimanfaatkan untuk keperluan studi geologi, eksplorasi sumberdaya alam (air-tanah, mineral, geotermal, minyak dan gas bumi) serta studi lingkungan.


Tunggu kelanjutannya...